Rabu, 26 Oktober 2011

news update

Jendral Band Tunjukkan Jati Diri dengan Single Hits “Inilah Aku”

Konsistensi lima pemuda asal Lampung dalam berkarya di industri musik patut diacungi jempol.  Seperti nama band yang mereka usung, JENDRAL, mereka pun membuktikan kegigihan mereka layaknya seorang Jendral di medan perang. Band yang terbentuk sejak tahun 2007 ini cukup malang melintang dari satu panggung ke panggung musik besar di Kota Lampung dan berhasil menaklukkan Lampung dengan jutaan penggemar yang tergabung dalam grup LASKAR JENDRAL. “Berbekal pengalaman ini, kami pun mencoba peruntungan di industri musik yang lebih besar lagi. Penggemar kami yang tergabung dalam LASKAR JENDRAL yang menyemangati kami agar bisa menjadi band yang diperhitungkan
di belantika musik Indonesia,” terang Bayu, keyboardis sekaligus salah satu motor Jendral Band.

Di tengah maraknya boyband atau girlband di industry musik Indonesia, Jendaral band memberanikan diri untuk membuktikan talenta musik yang dimilikinya. Dengan niat, kemauan keras dan sikap optimis dari semua personilnya, Jendral Band mampu memberikan warna musik yang berbeda di belantika musik tanah air. “Dengan kemampuan yang kita miliki, saya yakin Jendral mampu memberikan warna yang berbeda di industri musik,” tutur Bayu optimis.
Di bawah label Music Art, Jendral Band mempersembahkan single berjudul Inilah Aku. Dalam single perdananya ini, band yang beraliran musik pop rock beatini kembali menghadirkan warna musik pop era pertengahan 90-an. Perpaduan
antara petikan gitar, alunan piano dan dentuman drum yang dikemas secara soft menghasilkan harmonisasi lagu yang indah.
Tidak hanya itu, karakter vokal Rizki Agung yang sangat khas, menjadi kekuatan tersendiri pada single ini. Begitupun dengan syair lagunya yang bercerita tentang perjuangan mendapatkan cinta. “Memang untuk tema lagu yang mengusung cinta tidak akan ada matinya, justru itu yang laku. Tinggal cara mengemasnya tiap-tiap band itu kan berbeda. Untuk Jendral sendiri, kami mengemasnya sesuai dengan genre musik kami dan sentuhan yang menjadi ciri khas kami,” ujar Rizki, vokalis Jendral Band sekaligus pencipta lagu.
Disinggung tentang aktivitas saat ini, menurut Bayu, Jendral sedang disibukkan dengan aktivitas syuting video klip untuk keperluan launching single perdana dalam waktu dekat ini. “Kami akan segera launching, tidak lama lagi kok. Jadi tunggu dan nantikan performance kami….,” pungkas Rizki yang ditemui di kantor Music Art yang berlokasi di Ruko Grand Bintaro C2, Jl BintaroPermai Raya, Pesanggraha, Jaksel.
Vote Saved. Rating: 9.3/10

Minggu, 18 September 2011

Arti Fans Untuk Jendral


Pada saat awal jendral berdiri pada tahun 2001, fans belum memiliki makna berarti untuk jendral, yang kami butuhkan hanyalah dukungan dan support bagi orang-orang terdekat, fans boleh dikatakan sebagai idola, justru kami sangat banyak mengidolakan beberapa artis yang hanya menjadi acuan untuk musik dan kreatifitas kami berkarya. akan tetapi kami baru menyadari arti penting sebuah fans saat ini, fans bukan hanya sekedar orang-orang yang mengidolakan artis, akan tetapi fans adalah orang-orang atau sekelompok masa yang merupakan bagian dari artist, fans begitu berarti untuk sebuah band atau artis dan artis pun demikian, keduanya memiliki hubungan emosional dan keterikatan yang sangat kuat, apapun yang dilakukan atau yang terjadi pada artis akan berpengaruh kuat bagi para fans dan begitupun sebaliknya.

Tahun 2005
EMI music Indonesia
jendral memiliki fans dengan nama GENERALATION
yang artinya semua orang-orang yang memiliki keterikatan kuat untuk jendral
nama fans itu tercetus begitu saja, dari team kreatif dan kesepakatan bersama
pada saat ini jumlah generalation sudah mencapai hampir 10000 orang
namun seiiring sejalan nama itu mungkin terlalu berat dan terlalu kebarat-baratan, karena pada akhirnya fans jendral sendiri agak kesulitan untuk menyebutkan jati dirinya, agak keplintut/kepleset ketika menyebutkan kata "genderation" .... namun itu tidak penting, yang terpenting adalah hubungan yang dekat ketika kita manggung dan walaupun sering salah dalam penyebutan fans jendral tetap mengakui bahwa mereka adalah genderalation.

Tahun 2008
kami sadar bahwa industri musik indonesia sangat sulit ditembus, kemudian kami melakukan perombakan awal untuk mengubah nama fans kami menjadi "PARA BINTANG".
nama ini cukup unik terdengar, para bintang berarti bahwa sebenenarnya adalah fans kami lah yang menjadi bintang, jika tidak ada para bintang maka jendral bukanlah apa2, para bintang sendiri dapat diartikan sebagai doa, bahwa suatu saat jendral dan para fans akan selalu menjadi bintang yang terus bersinar untuk orang lain.

Tahun 2011
untuk kebutuhan new album yang akan release ditahun ini, nama para bintang ada kemungkinan diganti lagi, agar lebih mudah diingat dan lebih menggambarkan dan kebanggaan jendral dan para fans, utnuk itu jendral masih sangar membutuhkan ide dan berbagai masukan dari teman2, utnuk bisa memberikan nama2 fans yang asik utnutk jendral.....
"generalation" - "para bintang" - ??????????????????

anggap saja ini adalah metamorfosa dari sebuah perjalan dengan harapan dan progress yang baik.....
untuk semua fans, kerabat, sahabat, saudara, dan semua pihak terkait yang telah mendukung, mendoakan dan mensupport jendral, kami sangat mengucapkan banyak terimakasih......

Our Next Singles & Album






Preparing Our Single & Album Soon
We've finished record 4 songs with titles :
- Inilah Aku
- Jauh Jauh Jauh
- Kecewa
- Lupakan Aku (New Music, Edited Lyric, & Title)
- Mati Berdiri (New Music, Edited Lyric, & Title)
Thanks for all of support...
Salam Para Bintang!


Perbedaan Dalam Satu Jalur Yang Sama

Posted on Jul 31, 2011 at 12:39 AM
Judul di atas sangat tepat untuk menggambarkan musik jendral di album berikutnya. walau hanya dikemas menjadi E.P. (mini album), keseluruhan lagunya bisa digambarkan menjadi sesuatu konsep lagu yang berbeda di derasnya band mainstream yang bermunculan saat ini. Walaupun tetap di jalur pop, Jendral menambahkan unsur-unsur lain yang lebih memperkaya musik mereka di album ini. Beberapa detail sound bisa terdengar halus, sangat berbeda dengan album Jendral sebelumnya. Beberapa nuansa tercipta oleh Jendral di album ini.
"Differences in Sameness", mungkin itu yang dicoba oleh Jendral saat ini. Ada Karakter vocal Riski yang pasti melekat di kuping pendengarnya, ada pengisian keyboard Bayu yang membawa nuansa lain di pop rock, ada gitar Angga dengan penegasan distorsinya ke rock, ada drum Ringga dan bass Adis yang membentuk ryhthm yang mudah didengar tapi susah dimainkan, dan semua itu dikemas dengan penyatuan arransemen musik yang easy listening. ditambah lagi ada bantuan gitaris rock ternama Indonesia, Baron, yang menambahkan sentuhan kekuatan musik Jendral.
Sebuah perbedaan bisa dikatakan berbeda jika ada perbandingan diantaranya. Bisa kita lihat nanti apakah benar Jendral berbeda diantara kesamaan-kesamaan di musik mainstream dalam negri. We'll see it together.
Salam Para Bintang!  

Sabtu, 30 Juli 2011

SEJARAH GITAR FENDER

SEJARAH GITAR FENDER

Salah satu dari perusahaan pembuat gitar yang paling populer dan juga memberikan kontribusi yang sangat berpengaruh di dunia musik modern adalah gitar Fender. Dengan di populerkannya gitar elektronik berbadan padat, bass, dan amplifiers, Fender membantu band-band kecil untuk lebih terdengar di panggung yang lebih besar ketimbang menggunakan peralatan akustik. Dengan gitarnya yang revolusioner, Fender juga memberikan rasa lebih dalam dunia musik dan mempengaruhi banyak aliran musik termasuk rock, jazz, blues dan lain lain. Leo Fender, yang merupakan penemu dari gitar fender, membuat gitar berbadan padat pertama kali pada tahun 1951 dan diberi nama “Broadcaster”. Yang di kemudian hari nama tersebut digantikan oleh “Telecaster or Tele” dan merupakan gitar berbadan padat gaya spanyol yang pertama kali di produksi secara masal.
Pencetak sejarah lain di sejarah gitar terjadi di tahun yang sama pada saat fender memperkenalkan “precision bass”. “Precision bass” berbeda dari gitar bass biasa pada waktunya karena “precision bass” memiliki fungsi yang portable, kamu dapat memainkannya seperti gitar dan juga dapat di amplifikasikan. “Double Bass atau Upright Bass” yang dahulu digunakan sangat sulit untuk di transportasikan dan seringkali sulit untuk didengar karena suaranya tenggelam oleh alat musik lain.
Pada tahun 1954, fender keluar dengan “Stratocaster atau Strat”. Fender mengadakan riset dengan bertanya kepada gitaris profesional dan staff gitar fender, kemudian bertanya “apa yang anda mau dari gitar?” sehingga dia dapat memperbaiki gitar fender “Telecaster”. Namun mereka berakhir dengan memproduksi gitar kelas atas yang berjalan berdampingan dengan “Tele”. Beberapa karakteristik utama dari “Strat” adalah adanya tambahan single coil pickup dan desain badan double cutaway yang memudahkan gitar tersebut dimainkan di nada-nada tinggi. Salah satu tambahan penting pada “Strat” adalah tremolo bridge, yang pada awalnya berfungsi sebagai alat untuk membelokan senar sehingga dapat mengimitasi suara pada pedal besi gitar.
Fender juga memperkenalkan banyak model lain di dekade selanjutnya termasuk Jaguar, Jazzmaster, dan Jazz Bass. Fender juga memproduksi Twin Reverb amplifier pada waktu itu.
Dikarenakan oleh kurangnya kesehatan Leo Fender, perusahaan gitar fender dijual kebada CBS di tahun 1965. Walaupun perusahaan gitar fender melanjutkan perkembangannya di pemilik yang baru di tahun tahun selanjutnya, perusahaan tersebut menyadari pentingnya managemen yang mengerti musik dan musisi. Hal ini yang menyebabkan perusahaan gitar fender mempekerjakan William Schultz di tahun 1981.
Pada tahun 1985, CBS memutuskan untuk menjual semua bisnis medianya termasuk fender. Sekelompok investor dan staff dari perusahaan gitar fender membeli perusahaan ini dan menempatkan Willian Schultz di posisi pemimpin. Dengan termasuknya orang yang memiliki passion dalam bidang gitar sebagai pemilik perusahaan, seperti staff dari perusahaan itu sendiri, perusahaan gitar fender menjadi semakin baik.
Tahun 1987 menandakan tahun dimana Fender Custom Shop buka untuk pertama kalinya yang berlokasi di Corona, California dimana mereka membuat gitar kustom untuk para profesional dan para antusias gitar. Custom Shop ini jelas merupakan langkah dari fender karena mereka selalu memiliki pengertian akan pentingnya memberikan tepat apa yang diinginkan oleh pelanggan.
Fender masih terus berpikir untuk hari ini dan seterusnya untuk memberikan gitar fender terbaik yang dapat mereka buat kepada para pelanggannya. Ini yang menjadikan alasan untuk perusahaan gitar fender merupakan salah satu dari gitar yang paling terkenal yang tercatat dalam sejarah. Beberapa dari tokoh pemain gitar yang mencintai gitar fender mereka adalah Buddy Guy, Eric Clapton, Eric Johnson, George Harrison, Jeff Beck, Jimi Hendrix, Jimmy Page, John 5, John Lennon, Keith Richards, Pete Townshend, Richie Kotzen, Stevie Ray Vaughn dan Yngwie Malmsteen.

sumber : http://www.kataloggitar.com/gitar-fender/

PERFORM

http://www.youtube.com/watch?v=v22KTKcBFpA

ANGGA JENDRAL session with INOURMOST

http://www.youtube.com/watch?v=XbeXg0oDqDw

angga jendral in home 

 http://www.youtube.com/watch?v=xpDItd5TVjI&feature=related

JENDRAL Mati Berdiri

 

TWITTER JENDRAL

Text follow JendralOfficial to your carrier's shortcode
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
Heikal Anugerah
by JendralOfficial
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang
JENDRAL-Para Bintang

NEWS SCTV JENDRAL 02/12/2007 09:06

Jendral Meramaikan Persaingan Musik Indonesia  


Dialog bersama grup band Jendral di Studio Liputan 6.

02/12/2007 09:06
Liputan6.com, Jakarta: Satu lagi grup musik beraliran pop meramaikan belantika musik Tanah Air. Grup band yang diberi nama Jendral ini terbentuk dari ajang festival band di Bandar Lampung, Lampung pada 2002.
Band yang beranggotakan Angga, Bayu, Riski, Ringga, dan Adis tersebut telah meluncurkan album perdana bertajuk Jendral pada Juli 2007. "Di album baru ini kita mengandalkan lagu Mati Berdiri yang bertemakan cinta," ujar Riski, sang vokalis dalam Bincang Akhir Pekan Liputan 6 Pagi, Ahad (2/12).
Adapun nama Jendral, menurut Riski diambil dari alamat almamater sekolah para personel Jendral. "Ketika band ini terbentuk kita masih bersekolah di SMAN 1 Bandar Lampung di Jalan Jenderal Sudirman, Bandar Lampung," tutur Riski.
Meski terbangun dari band sekolah, prestasi yang diraih Jendral cukup membanggakan. Lima tahun silam, Jendral menjadi juara pertama dalam ajang Boom Festival Pelajar yang digelar salah satu produk permen. Keberhasilan ini akhirnya membawa Jendral tampil di tingkat Sumatera hingga nasional mewakili Lampung.
Lewat album perdananya, Jendral ingin mencoba menembus persaingan musik pop Indonesia. Mereka berharap kehadiran mereka bisa diterima secara positif oleh para pecinta musik Tanah Air. "Lirik lagu-lagu kita bisa dibilang mewakili banyak orang. Kita berbeda dari grup lain," kata Riski di akhir perbincangan.(RMA/Winny Arnold)

SCTV


sct

Minggu, 24 Juli 2011

JIMMY HENDRIX

Jimi Hendrix

Jimi Hendrix : Berkarir 4 Tahun, Dipuja 4 Dekad
Perjalanan karirnya sangat pendek, namun namanya punya gaung sangat panjang. Bahkan hingga hari ini. Dialah Jimi Hendrix. Usianya tidak sampai 28 tahun, tetapi masih tetap dipuja meski sudah 30 tahun ia meninggal dunia. Lahir di King Country Hospital, Seattle, Washington pada 27 November 1942.
Dengan nama Johnny Allen Hendricks. Ia putra sulung pasangan Alex Hendricks yang Afro-Amerika Meksiko dan Lucille, seorang Indian Cherokee. Nama itu merupakan pemberian ibunya, yang kemudian diubah oleh sang ayah menjadi James Marshall Hendricks pada saat Hendrix kecil berusia 4 tahun. Kedua orangtuanya kemudian berpisah saat Jimi berumur tiga tahun.
Jimi Hendrix 
Alex yang bekerja sebagai tukang sapu, menghidupi keluarganya dengan susah payah. Jimi Hendrix kecil pun sering membantu ayahnya menyapu, dan dengan sapu itulah ia pertama kali bergaya bak seorang gitaris. Ia sering menirukan gaya duckwalk khas Chuck Berry. Sang ayah ternyata sering memperhatikan sikap puteranya.

Pada 1952, saat Jimi berusia 10 tahun, sang ibu wafat. Hal ini membuat Jimi Hendrix sangat terpukul dan menjadi anak yang pemurung. Alex sebagai seorang penganut agama yang taat, mengajarinya untuk tabah. Ia sering mengajak Jimi ke gereja dan ikut dalam paduan suara. Tetapi itu rupanya belum cukup untuk menghibur Jimi. 

Karena kasihan melihat Jimi yang tak kunjung berhenti bersedih, ayahnya membelikan Jimi Hendrix sebuah gitar akustik sebagai hadiah ulang tahun ke-12. Gitar itu dibeli dari seorang kawan ayahnya itu seharga 5 dollar. Gitar itu kemudian dibalik susunan senarnya oleh Jimi yang kidal, sehingga ia dapat memainkan gitarnya dengan tangan kiri memetik senar, sedangkan yang kanan menari di atas fretboard.

Dengan bermain gitar, Jimi mulai dapat melupakan kepedihan ditinggal ibunya. Apalagi tiga bulan kemudian, Jimi dibelikan lagi sebuah gitar listrik Supro Ozark 160S oleh Alex. Eksplorasi musiknya pun menjadi lebih luas dengan gitar tersebut dan Jimi membentuk bandnya yang pertama Velvetone.

Sepanjang masa remaja itulah Jimi terus berlatih memainkan gitar. Ia sempat dikeluarkan dari sekolahnya Garfield High School gara-gara kebandelannya mengganggu para ceweq. Setelah putus sekolah, ia malah bisa lebih konsen membantu sang ayah. Dan tentunya ia juga lebih banyak mempunyai waktu untuk mengulik gitar.

Jimi Hendrix punya kegemaran mendengarkan album milik musisi blues beken seperti B.B. King, Elmore James dan Muddy Waters, ataupun para rock n' roller seperti Chuck Berry dan Eddie Cochran. Lagu 'Rock And Roll Music' dari Chuck Berry termasuk lagu yang paling sering dibawakan Jimi Hendrix. Bahkan kemudian B.B. King memberi penghormatan kepadanya dengan mengabadikan nama ibu Hendrix, Lucille pada gitar Gibsonnya. 

Jimi Hendrix: : Masuk  Militer
Jimi HendrixJimi Hendrix mulai berkarir di musik tahun 1960, saat ia menjadi anggota sebuah band bernama Rocking Kings dan mulai sering manggung di tempat konser seputar Seattle. Walaupun sudah mulai menarik perhatian para pencinta musik, ia tampaknya belum bisa menunjukkan totalitasnya karena setahun kemudian ia malah kena wajib militer dan bergabung dengan angkatan darat di Fort Ord, California.

Kemudian ia ditempatkan di 101st Airborne Paratroopers di Fort Campbell, Kentucky sebagai pasukan penerjun. Saat inilah ia bertemu dengan Billy Cox, seorang pemain bass berkulit hitam yang cukup disegani di kalangan musisi blues pada saat itu. Mereka sempat bermain di dalam band angkatan.

Dikarenakan cedera pergelangan kaki saat penerjunan yang ke- 26 kalinya, Jimi Hendrix kemudian diminta meninggalkan angkatan. Hikmah dari kejadian ini ---seperti kemudian dikemukakan Hendrix --- adalah ia jadi tidak perlu ikut dalam perang Vietnam yang meletus beberapa tahun kemudian. Saat itulah ia kembali bergabung dengan bekas teman-teman bandnya dan membentuk Bob Fisher & The Barnevilles. Mereka kemudian menjadi band pembuka untuk beberapa musisi untuk tour Amerika sebelum Hendrix kemudian pindah ke Vancouver, Kanada.

Tahun 1963, Hendrix pindah lagi ke Tennessee, dan di kampungnya Elvis Presley ini, ia bermain dengan sederet nama top waktu itu seperti Little Richard, Hank Ballard dan The Supremes. Ia juga ikutan di dua single-nya Lonnie Youngblood. Sayang, ia tidak sempat membuat kerja sama dengan Elvis. Tetapi ia sering menampilkan hit dari sang raja itu, yaitu 'Hound Dog' dan bahkan sempat pula merekamnya. Tentunya dengan versinya sendiri yang penuh teriakan dan geraman terutama di bagian chorus-nya.

Merasa kurang bisa mengembangkan karirnya, Hendrix pindah lagi dan kali ini ke New York. Di kota Big Apple itu, ia bermain bersama dengan Isley Brothers, sepanjang tahun 1964, termasuk untuk rekamannya di studio. Ia juga berkolaborasi dengan penyanyi soul Curtis Knight.

Knight kemudian menulis lagu 'Ballad Of Jimi' yang ditulisnya pada 1965, setelah Jimi berkata padanya bahwa ia (Jimi) akan mati lima tahun lagi. Tahun itu juga Hendrix menjadi anggota band pendamping Little Richard dan sering berkeliling di panggung- panggung seputar New York, salah satunya adalah Paramount Theater.
Sebagai musisi pendukung, tentu saja Hendrix kurang dapat mengekspos kemampuannya bermain gitar secara maksimal. Bahkan Little Richard pernah menyuruhnya melepas pakaiannya yang dinilai terlalu mencolok. Dan menggantinya dengan pakaian yang sudah dipersiapkan bagi musisi pengiring.

Menjadi orang kedua tentunya bukanlah harapan Hendrix. Tidak bisa menonjolkan diri dan dengan bayaran kecil membuatnya tertekan. Suatu ketika ia berjalan-jalan bersama pacarnya Jeannette Jacobs, ia menunjuk pada baju-baju bagus di etalase sebuah toko. Ia bilang pada Jeannette, ”Jika saya terkenal nanti, saya akan belikan kamu baju seperti itu.” Jeannette tersenyum, tidak yakin hal itu akan jadi kenyataan. Karena saat itu Jimi sendiri hanya memiliki dua potong kemeja, dua celana dan sepasang sepatu butut.

Pada tahun berikutnya 1966, Hendrix mulai menemukan jati dirinya yang sesungguhnya. Ia membangun bandnya sendiri, Jimmy James & The Blue Flames. Saat main di Café Wha! di Greenwich Village, New York pada bulan Juni, penampilannya dikagumi oleh Linda Keith. Linda yang pacar gitaris Rolling Stones, Keith Richards itu, tak lama kemudian mempertemukannya dengan bassis grup Inggris The Animals, Chas Chandler. Chandler pula yang mengusulkan mengganti nama Hendricks menjadi Hendrix. Ia kemudian mengajak Hendrix mengembangkan karir di London.

Ke Inggris? Tempat para jawara gitar itu? Hendrix sempat ragu. Selain Keith Richards, di Inggris bercokol para gitaris hebat seperti George Harrison (The Beatles), Pete Townsend (The Who) dan tiga gitaris jebolan Yardbirds: Jimmy Page (Led Zeppelin), Jeff Beck dan Eric Clapton (Cream). Hendrix minder untuk bertemu dengan Richards dan yang lainnya. Tetapi bilang pada Chandler ia ingin juga bertemu dengan Clapton.

“Tidak ada masalah dengan Richards,” kata Chandler. “Pacarnya sendiri yang merekomendasi kamu,” tambahnya. “Dan jika Clapton mendengarkan permainan kamu, maka dialah yang ingin bertemu kamu.” Chandler meyakinkan Hendrix. Dan walaupun membutuhkan waktu lima minggu untuk berpikir, ia pun akhirnya setuju. Maka, setelah mengurus berbagai macam keperluan, berangkatlah keduanya ke London.

Setiba di London pada 24 September 1966, Hendrix yang sebenarnya masih ragu, diajak Chandler ke kafenya Zoot Money. Di kafe yang merupakan tempat nongkrong para musisi itu, Hendrix sempat ber-jam session dengan pemusik setempat. Akhirnya --- setelah bermain sekitar dua jam --- Hendrix menemukan kepercayaan dirinya dan merasa akan cocok berkarir di Inggris.

Chandler kemudian mengajak Hendrix berkeliling dari tempat satu ke tempat lainnya. Ia yang cukup ngetop bersama The Animals, banyak kenal dengan para musisi dan pemilik klab. Hal ini banyak membantu Jimi mendapatkan kesempatan untuk manggung. Di klab Blaises tempat Hendrix bermain, ia dilihat oleh Johnny Hallyday yang saat itu merupakan penyanyi top di Perancis. Ia kemudian bernegosiasi dengan Chandler membicarakan kemungkinan kerja sama. Akhirnya diperoleh kesepakatan yaitu, Hendrix akan membuka konser Johnny. Tetapi Hendrix merasa harus memiliki band sendiri.

Di London, Chandler lalu mencarikan Hendrix dua 'pengawal' tangguh untuk posisi drums dan bass. Ia mendengar bahwa penggebuk drum Mitch Mitchell (lahir John Mitchell, 9 Juni 1947) keluar dari Georgie Fame's Blue Flames. Maka direkrutlah Mitchell mengisi posisi tersebut. Tinggal posisi pembetot bass yang masih lowong.
Saat itulah, Noel Redding (lahir David Redding, 25 Desember 1945) yang mengikuti audisi untuk jadi gitaris The Animals, ditawari jadi pemain bass bersama Hendrix. Karena posisi gitaris dalam The Animals sudah terisi, dan menyadari persaingan sebagai pemain gitar terlalu ketat, ia setuju untuk jadi pemain bass dan menerima tawaran tersebut.

Mitchell merupakan seorang aktor cilik untuk iklan TV, sebelum memutuskan menjadi musisi pada saat remaja. Ia sangat menyukai permainan drum dari Buddy Rich dan Gene Kruppa. Sedangkan Redding yang jebolan sekolah seni, pernah bermain dengan Modern Jazz Group dan Loving Kind. Pada September inilah Hendrix sebenarnya baru ikutan mengubah namanya dari Jimmy menjadi lebih sederhana, Jimi. 

Jimi Hendrix : Lahirlah Sang Legend
Jimi Hendrix
Jimi Hendrix bersama dengan Mitch Mitchell dan Noel Redding  membuat band Jimi Hendrix Experience yang kemudian melegenda. Itu terjadi pada Oktober 1966. Saat di mana karir Hendrix yang sesungguhnya baru dimulai. Penampilan pertama mereka adalah ketika menjadi band pembuka dari penyanyi Perancis Johnny Hallyday yang manggung di Paris Olympia pada tanggal 18 bulan yang sama.

Tetapi demi penampilannya di Paris, Jimi Hendrix membutuhkan peralatan yang lebih hebat. Ia memerlukan ampli yang lebih besar dengan daya lebih kuat. Maka, Chandler pun menjual dua buah bass-nya Fender Precision dan Gibson EB untuk membeli Marshall Supro yang kemudian menjadi trademark-nya Hendrix. Sebulan kemudian mereka untuk pertama kali sejak bertrio masuk studio. Mereka merekam lagu 'Stone Free' ciptaan Hendrix dan 'Hey Joe' karya Billy Roberts dan pernah dinyanyikan oleh Tim Rose.  Kedua lagu tersebut digarap di De Lane Lea Studio, London.

Sayang ketika itu mereka masih sepi tawaran manggung. Sedangkan mereka harus membiayai hidup dan sewa studio. Sekali lagi Chandler harus merelakan koleksi bass-nya. Kali ini sebuah Fender Jazz Bass dan sebuah Fender Precision dilego. Ia pun bertekad, pengorbanan ini harus menghasilkan sesuatu yang hebat di kemudian hari.

Harapan itu sedikit demi sedikit mulai terwujud. Pada November mereka bermain selama empat hari di Big Apple Club, Munich, Jerman. Mendapat bayaran 300 pounds, mereka mulai bisa membiayai hidup. Dan Chandler terus berusaha agar Jimi Hendrix Experience bisa lebih diliput oleh pers.

Hendrix cs. mendapat kesempatan jumpa pers pertama pada tanggal 25 bulan itu juga. Bertempat di klab Bag O' Nails, London, mereka menampilkan repertoar yang biasa mereka bawakan. Termasuk tentu saja 'Hey Joe' dan 'Stonefree'. Kalangan pers menanggapi positif penampilan mereka. Memasuki Desember, Hendrix menandatangani kontrak empat tahun dengan Yameta Company, suatu perusahaan manajemen artis. Akhirnya single pertama 'Hey Joe' dirilis oleh Polydor setelah sebelumnya ditolak oleh Decca. Mereka bertiga lalu tampil di acara TV untuk pertama kalinya di penghujung tahun 1966 itu.

Sayang pada malam Tahun Baru 1967, mereka tidak mendapat tawaran panggung. Untungnya, Redding mempunyai gagasan bagus. Ia mengajak Hendrix dan Mitchell bermain di kampung halamannya, Folkestone, sebuah kota kecil dekat London. Dan ia yang memiliki banyak kerabat di kota itu tanpa banyak kesulitan mendapatkan job.

Mereka berangkat naik kereta di dalam cuaca dingin. Tetapi hal itu tidak membekukan semangat mereka tampil di kafe Tofts. Apalagi orangtua Noel juga menyediakan tempat menginap bagi mereka plus sang manajer. Penampilan mereka di kafe Tofts itu paling tidak cukup untuk menghibur diri mereka sendiri.

Jimi Hendrix : Menjadi Besar
Memasuki Januari 1967 keadaan sudah mulai membaik. Walaupun sempat 'terpaksa' bermain di klab-klab kecil seperti Ram Jam dan Ricky Tick, mereka masih sering mendapat kesempatan tampil di Scotch of St.Thomas dan 7 ½ Club. Bahkan kadang di klab yang terletak di White Horse Street, Mayfair, London itu, penampilannya ditonton oleh musisi terkenal seperti Paul Mc Cartney, Pete Townsend dan Mick Jagger.
 
Jimi Hendrix
Bintang-bintang top itu ternyata menyukainya. Mereka sering bilang pada pers, bahwa mereka kagum pada penampilan Jimi Hendrix. Dan hal itu tentunya merupakan keuntungan publikasi yang besar bagi Jimi Hendrix dan dua sohibnya. Karena kala itu, penyataan dari para personel The Beatles, The Who dan Rolling Stones merupakan 'santapan wajib' yang harus diyakini oleh para pencinta musik di seluruh dunia.
 
Akhir bulan itu, Jimi Hendrix Experience tampil di Saville Theater, London sebagai grup pembuka The Who. Kesempatan ini diperoleh juga atas permintaan Townsend. Tentu saja hal ini tidak disia-siakan. Dan Jimi Hendrix pun membuktikan bahwa mereka memang patut untuk diperhitungkan.

Pete Townsend yang kala itu merupakan gitaris dengan aksi panggung yang hebat, malam itu mendapat 'saingan berat'. Tahu bahwa Townsend akan melakukan atraksi khasnya seperti memutar gitar di udara, Hendrix melakukan atraksi yang lebih hebat. Tetap dengan cirinya seperti memetik senar pakai gigi, menggesekkan senar ke punggung atau menendang-nendang gitar. Tapi kali ini dengan gaya lebih agresif.

Pada bulan Februari, single 'Hey Joe' mendaki di nomor enam pada chart Inggris. Hendrix pun semakin terkenal dengan gayanya yang liar. Pers juga sering mengekspos hal tersebut. Sementara itu mereka bertiga masuk studio lagi untuk menyelesaikan penggarapan album penuh. Album itu dikerjakan di Olympic Studios, Barnes, London. Sepanjang bulan Maret tahun itu, mereka mengadakan pertunjukan keliling Eropa. Dimula di Twenty Club di Mouscron, Belgia dan 20 Club, Lille, Perancis lalu dilanjutkan ke klab legendaris yang juga melahirkan Beatles, Star Club di Hamburg, Jerman.

Balik ke Inggris, Jimi Hendrix Experience tampil pada acara “Top Of The Pops”di BBC1-TV. Saat tour kelling Inggris itu, mereka sempat sepanggung dengan Cat Steven, Walker Brothers dan Engelbert Humperdinck. Gaya agresif Jimi sempat membuatnya celaka. Waktu ia membakar gitarnya, tangannya ikutan terbakar. Ia pun dilarikan ke rumah sakit.

Kejadian lain yang tidak mengenakkan adalah ketika mereka habis bermain di New Century Hall, Manchester. Mereka menjadi korban salah sasaran dari oknum polisi setempat yang sedang razia anak di bawah umur. Ketika mau masuk ke dalam sebuah klab, mereka ditolak. Noel dan Mitch sempat ditarik polisi, mereka melawan dan mendapat beberapa pukulan. Jimi terhindar dari perlakuan tersebut karena memperlihatkan paspor Amerika. Untunglah keadaan bisa diatasi karena turun tangan sang manajer.

Tidak berapa lama Hendrix sembuh dari luka bakarnya pada bulan Mei, single 'Purple Haze' dilepas ke pasar. Sempat menduduki tangga ketiga pada chart, single tersebut segera disusul oleh album pertamanya, Are You Experienced?  Album ini segera menyita perhatian pencinta musik dunia dan nangkring di posisi kedua pada chart selama 33 minggu.

Jimi Hendrix Experience mengadakan tour Eropa dimulai di Neue Welt, Berlin, Jerman. Walaupun sempat kaget terhadap respon penonton Jerman yang kalem, mereka terkesan dengan pengetahuan publik Jerman tentang mereka. Dan tour pun berlanjut ke Denmark, Belanda, Perancis dan negara-negara Skandinavia.