Tampilkan postingan dengan label LEGEND. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LEGEND. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Juli 2011

SEJARAH GITAR FENDER

SEJARAH GITAR FENDER

Salah satu dari perusahaan pembuat gitar yang paling populer dan juga memberikan kontribusi yang sangat berpengaruh di dunia musik modern adalah gitar Fender. Dengan di populerkannya gitar elektronik berbadan padat, bass, dan amplifiers, Fender membantu band-band kecil untuk lebih terdengar di panggung yang lebih besar ketimbang menggunakan peralatan akustik. Dengan gitarnya yang revolusioner, Fender juga memberikan rasa lebih dalam dunia musik dan mempengaruhi banyak aliran musik termasuk rock, jazz, blues dan lain lain. Leo Fender, yang merupakan penemu dari gitar fender, membuat gitar berbadan padat pertama kali pada tahun 1951 dan diberi nama “Broadcaster”. Yang di kemudian hari nama tersebut digantikan oleh “Telecaster or Tele” dan merupakan gitar berbadan padat gaya spanyol yang pertama kali di produksi secara masal.
Pencetak sejarah lain di sejarah gitar terjadi di tahun yang sama pada saat fender memperkenalkan “precision bass”. “Precision bass” berbeda dari gitar bass biasa pada waktunya karena “precision bass” memiliki fungsi yang portable, kamu dapat memainkannya seperti gitar dan juga dapat di amplifikasikan. “Double Bass atau Upright Bass” yang dahulu digunakan sangat sulit untuk di transportasikan dan seringkali sulit untuk didengar karena suaranya tenggelam oleh alat musik lain.
Pada tahun 1954, fender keluar dengan “Stratocaster atau Strat”. Fender mengadakan riset dengan bertanya kepada gitaris profesional dan staff gitar fender, kemudian bertanya “apa yang anda mau dari gitar?” sehingga dia dapat memperbaiki gitar fender “Telecaster”. Namun mereka berakhir dengan memproduksi gitar kelas atas yang berjalan berdampingan dengan “Tele”. Beberapa karakteristik utama dari “Strat” adalah adanya tambahan single coil pickup dan desain badan double cutaway yang memudahkan gitar tersebut dimainkan di nada-nada tinggi. Salah satu tambahan penting pada “Strat” adalah tremolo bridge, yang pada awalnya berfungsi sebagai alat untuk membelokan senar sehingga dapat mengimitasi suara pada pedal besi gitar.
Fender juga memperkenalkan banyak model lain di dekade selanjutnya termasuk Jaguar, Jazzmaster, dan Jazz Bass. Fender juga memproduksi Twin Reverb amplifier pada waktu itu.
Dikarenakan oleh kurangnya kesehatan Leo Fender, perusahaan gitar fender dijual kebada CBS di tahun 1965. Walaupun perusahaan gitar fender melanjutkan perkembangannya di pemilik yang baru di tahun tahun selanjutnya, perusahaan tersebut menyadari pentingnya managemen yang mengerti musik dan musisi. Hal ini yang menyebabkan perusahaan gitar fender mempekerjakan William Schultz di tahun 1981.
Pada tahun 1985, CBS memutuskan untuk menjual semua bisnis medianya termasuk fender. Sekelompok investor dan staff dari perusahaan gitar fender membeli perusahaan ini dan menempatkan Willian Schultz di posisi pemimpin. Dengan termasuknya orang yang memiliki passion dalam bidang gitar sebagai pemilik perusahaan, seperti staff dari perusahaan itu sendiri, perusahaan gitar fender menjadi semakin baik.
Tahun 1987 menandakan tahun dimana Fender Custom Shop buka untuk pertama kalinya yang berlokasi di Corona, California dimana mereka membuat gitar kustom untuk para profesional dan para antusias gitar. Custom Shop ini jelas merupakan langkah dari fender karena mereka selalu memiliki pengertian akan pentingnya memberikan tepat apa yang diinginkan oleh pelanggan.
Fender masih terus berpikir untuk hari ini dan seterusnya untuk memberikan gitar fender terbaik yang dapat mereka buat kepada para pelanggannya. Ini yang menjadikan alasan untuk perusahaan gitar fender merupakan salah satu dari gitar yang paling terkenal yang tercatat dalam sejarah. Beberapa dari tokoh pemain gitar yang mencintai gitar fender mereka adalah Buddy Guy, Eric Clapton, Eric Johnson, George Harrison, Jeff Beck, Jimi Hendrix, Jimmy Page, John 5, John Lennon, Keith Richards, Pete Townshend, Richie Kotzen, Stevie Ray Vaughn dan Yngwie Malmsteen.

sumber : http://www.kataloggitar.com/gitar-fender/

Minggu, 24 Juli 2011

JIMMY HENDRIX

Jimi Hendrix

Jimi Hendrix : Berkarir 4 Tahun, Dipuja 4 Dekad
Perjalanan karirnya sangat pendek, namun namanya punya gaung sangat panjang. Bahkan hingga hari ini. Dialah Jimi Hendrix. Usianya tidak sampai 28 tahun, tetapi masih tetap dipuja meski sudah 30 tahun ia meninggal dunia. Lahir di King Country Hospital, Seattle, Washington pada 27 November 1942.
Dengan nama Johnny Allen Hendricks. Ia putra sulung pasangan Alex Hendricks yang Afro-Amerika Meksiko dan Lucille, seorang Indian Cherokee. Nama itu merupakan pemberian ibunya, yang kemudian diubah oleh sang ayah menjadi James Marshall Hendricks pada saat Hendrix kecil berusia 4 tahun. Kedua orangtuanya kemudian berpisah saat Jimi berumur tiga tahun.
Jimi Hendrix 
Alex yang bekerja sebagai tukang sapu, menghidupi keluarganya dengan susah payah. Jimi Hendrix kecil pun sering membantu ayahnya menyapu, dan dengan sapu itulah ia pertama kali bergaya bak seorang gitaris. Ia sering menirukan gaya duckwalk khas Chuck Berry. Sang ayah ternyata sering memperhatikan sikap puteranya.

Pada 1952, saat Jimi berusia 10 tahun, sang ibu wafat. Hal ini membuat Jimi Hendrix sangat terpukul dan menjadi anak yang pemurung. Alex sebagai seorang penganut agama yang taat, mengajarinya untuk tabah. Ia sering mengajak Jimi ke gereja dan ikut dalam paduan suara. Tetapi itu rupanya belum cukup untuk menghibur Jimi. 

Karena kasihan melihat Jimi yang tak kunjung berhenti bersedih, ayahnya membelikan Jimi Hendrix sebuah gitar akustik sebagai hadiah ulang tahun ke-12. Gitar itu dibeli dari seorang kawan ayahnya itu seharga 5 dollar. Gitar itu kemudian dibalik susunan senarnya oleh Jimi yang kidal, sehingga ia dapat memainkan gitarnya dengan tangan kiri memetik senar, sedangkan yang kanan menari di atas fretboard.

Dengan bermain gitar, Jimi mulai dapat melupakan kepedihan ditinggal ibunya. Apalagi tiga bulan kemudian, Jimi dibelikan lagi sebuah gitar listrik Supro Ozark 160S oleh Alex. Eksplorasi musiknya pun menjadi lebih luas dengan gitar tersebut dan Jimi membentuk bandnya yang pertama Velvetone.

Sepanjang masa remaja itulah Jimi terus berlatih memainkan gitar. Ia sempat dikeluarkan dari sekolahnya Garfield High School gara-gara kebandelannya mengganggu para ceweq. Setelah putus sekolah, ia malah bisa lebih konsen membantu sang ayah. Dan tentunya ia juga lebih banyak mempunyai waktu untuk mengulik gitar.

Jimi Hendrix punya kegemaran mendengarkan album milik musisi blues beken seperti B.B. King, Elmore James dan Muddy Waters, ataupun para rock n' roller seperti Chuck Berry dan Eddie Cochran. Lagu 'Rock And Roll Music' dari Chuck Berry termasuk lagu yang paling sering dibawakan Jimi Hendrix. Bahkan kemudian B.B. King memberi penghormatan kepadanya dengan mengabadikan nama ibu Hendrix, Lucille pada gitar Gibsonnya. 

Jimi Hendrix: : Masuk  Militer
Jimi HendrixJimi Hendrix mulai berkarir di musik tahun 1960, saat ia menjadi anggota sebuah band bernama Rocking Kings dan mulai sering manggung di tempat konser seputar Seattle. Walaupun sudah mulai menarik perhatian para pencinta musik, ia tampaknya belum bisa menunjukkan totalitasnya karena setahun kemudian ia malah kena wajib militer dan bergabung dengan angkatan darat di Fort Ord, California.

Kemudian ia ditempatkan di 101st Airborne Paratroopers di Fort Campbell, Kentucky sebagai pasukan penerjun. Saat inilah ia bertemu dengan Billy Cox, seorang pemain bass berkulit hitam yang cukup disegani di kalangan musisi blues pada saat itu. Mereka sempat bermain di dalam band angkatan.

Dikarenakan cedera pergelangan kaki saat penerjunan yang ke- 26 kalinya, Jimi Hendrix kemudian diminta meninggalkan angkatan. Hikmah dari kejadian ini ---seperti kemudian dikemukakan Hendrix --- adalah ia jadi tidak perlu ikut dalam perang Vietnam yang meletus beberapa tahun kemudian. Saat itulah ia kembali bergabung dengan bekas teman-teman bandnya dan membentuk Bob Fisher & The Barnevilles. Mereka kemudian menjadi band pembuka untuk beberapa musisi untuk tour Amerika sebelum Hendrix kemudian pindah ke Vancouver, Kanada.

Tahun 1963, Hendrix pindah lagi ke Tennessee, dan di kampungnya Elvis Presley ini, ia bermain dengan sederet nama top waktu itu seperti Little Richard, Hank Ballard dan The Supremes. Ia juga ikutan di dua single-nya Lonnie Youngblood. Sayang, ia tidak sempat membuat kerja sama dengan Elvis. Tetapi ia sering menampilkan hit dari sang raja itu, yaitu 'Hound Dog' dan bahkan sempat pula merekamnya. Tentunya dengan versinya sendiri yang penuh teriakan dan geraman terutama di bagian chorus-nya.

Merasa kurang bisa mengembangkan karirnya, Hendrix pindah lagi dan kali ini ke New York. Di kota Big Apple itu, ia bermain bersama dengan Isley Brothers, sepanjang tahun 1964, termasuk untuk rekamannya di studio. Ia juga berkolaborasi dengan penyanyi soul Curtis Knight.

Knight kemudian menulis lagu 'Ballad Of Jimi' yang ditulisnya pada 1965, setelah Jimi berkata padanya bahwa ia (Jimi) akan mati lima tahun lagi. Tahun itu juga Hendrix menjadi anggota band pendamping Little Richard dan sering berkeliling di panggung- panggung seputar New York, salah satunya adalah Paramount Theater.
Sebagai musisi pendukung, tentu saja Hendrix kurang dapat mengekspos kemampuannya bermain gitar secara maksimal. Bahkan Little Richard pernah menyuruhnya melepas pakaiannya yang dinilai terlalu mencolok. Dan menggantinya dengan pakaian yang sudah dipersiapkan bagi musisi pengiring.

Menjadi orang kedua tentunya bukanlah harapan Hendrix. Tidak bisa menonjolkan diri dan dengan bayaran kecil membuatnya tertekan. Suatu ketika ia berjalan-jalan bersama pacarnya Jeannette Jacobs, ia menunjuk pada baju-baju bagus di etalase sebuah toko. Ia bilang pada Jeannette, ”Jika saya terkenal nanti, saya akan belikan kamu baju seperti itu.” Jeannette tersenyum, tidak yakin hal itu akan jadi kenyataan. Karena saat itu Jimi sendiri hanya memiliki dua potong kemeja, dua celana dan sepasang sepatu butut.

Pada tahun berikutnya 1966, Hendrix mulai menemukan jati dirinya yang sesungguhnya. Ia membangun bandnya sendiri, Jimmy James & The Blue Flames. Saat main di Café Wha! di Greenwich Village, New York pada bulan Juni, penampilannya dikagumi oleh Linda Keith. Linda yang pacar gitaris Rolling Stones, Keith Richards itu, tak lama kemudian mempertemukannya dengan bassis grup Inggris The Animals, Chas Chandler. Chandler pula yang mengusulkan mengganti nama Hendricks menjadi Hendrix. Ia kemudian mengajak Hendrix mengembangkan karir di London.

Ke Inggris? Tempat para jawara gitar itu? Hendrix sempat ragu. Selain Keith Richards, di Inggris bercokol para gitaris hebat seperti George Harrison (The Beatles), Pete Townsend (The Who) dan tiga gitaris jebolan Yardbirds: Jimmy Page (Led Zeppelin), Jeff Beck dan Eric Clapton (Cream). Hendrix minder untuk bertemu dengan Richards dan yang lainnya. Tetapi bilang pada Chandler ia ingin juga bertemu dengan Clapton.

“Tidak ada masalah dengan Richards,” kata Chandler. “Pacarnya sendiri yang merekomendasi kamu,” tambahnya. “Dan jika Clapton mendengarkan permainan kamu, maka dialah yang ingin bertemu kamu.” Chandler meyakinkan Hendrix. Dan walaupun membutuhkan waktu lima minggu untuk berpikir, ia pun akhirnya setuju. Maka, setelah mengurus berbagai macam keperluan, berangkatlah keduanya ke London.

Setiba di London pada 24 September 1966, Hendrix yang sebenarnya masih ragu, diajak Chandler ke kafenya Zoot Money. Di kafe yang merupakan tempat nongkrong para musisi itu, Hendrix sempat ber-jam session dengan pemusik setempat. Akhirnya --- setelah bermain sekitar dua jam --- Hendrix menemukan kepercayaan dirinya dan merasa akan cocok berkarir di Inggris.

Chandler kemudian mengajak Hendrix berkeliling dari tempat satu ke tempat lainnya. Ia yang cukup ngetop bersama The Animals, banyak kenal dengan para musisi dan pemilik klab. Hal ini banyak membantu Jimi mendapatkan kesempatan untuk manggung. Di klab Blaises tempat Hendrix bermain, ia dilihat oleh Johnny Hallyday yang saat itu merupakan penyanyi top di Perancis. Ia kemudian bernegosiasi dengan Chandler membicarakan kemungkinan kerja sama. Akhirnya diperoleh kesepakatan yaitu, Hendrix akan membuka konser Johnny. Tetapi Hendrix merasa harus memiliki band sendiri.

Di London, Chandler lalu mencarikan Hendrix dua 'pengawal' tangguh untuk posisi drums dan bass. Ia mendengar bahwa penggebuk drum Mitch Mitchell (lahir John Mitchell, 9 Juni 1947) keluar dari Georgie Fame's Blue Flames. Maka direkrutlah Mitchell mengisi posisi tersebut. Tinggal posisi pembetot bass yang masih lowong.
Saat itulah, Noel Redding (lahir David Redding, 25 Desember 1945) yang mengikuti audisi untuk jadi gitaris The Animals, ditawari jadi pemain bass bersama Hendrix. Karena posisi gitaris dalam The Animals sudah terisi, dan menyadari persaingan sebagai pemain gitar terlalu ketat, ia setuju untuk jadi pemain bass dan menerima tawaran tersebut.

Mitchell merupakan seorang aktor cilik untuk iklan TV, sebelum memutuskan menjadi musisi pada saat remaja. Ia sangat menyukai permainan drum dari Buddy Rich dan Gene Kruppa. Sedangkan Redding yang jebolan sekolah seni, pernah bermain dengan Modern Jazz Group dan Loving Kind. Pada September inilah Hendrix sebenarnya baru ikutan mengubah namanya dari Jimmy menjadi lebih sederhana, Jimi. 

Jimi Hendrix : Lahirlah Sang Legend
Jimi Hendrix
Jimi Hendrix bersama dengan Mitch Mitchell dan Noel Redding  membuat band Jimi Hendrix Experience yang kemudian melegenda. Itu terjadi pada Oktober 1966. Saat di mana karir Hendrix yang sesungguhnya baru dimulai. Penampilan pertama mereka adalah ketika menjadi band pembuka dari penyanyi Perancis Johnny Hallyday yang manggung di Paris Olympia pada tanggal 18 bulan yang sama.

Tetapi demi penampilannya di Paris, Jimi Hendrix membutuhkan peralatan yang lebih hebat. Ia memerlukan ampli yang lebih besar dengan daya lebih kuat. Maka, Chandler pun menjual dua buah bass-nya Fender Precision dan Gibson EB untuk membeli Marshall Supro yang kemudian menjadi trademark-nya Hendrix. Sebulan kemudian mereka untuk pertama kali sejak bertrio masuk studio. Mereka merekam lagu 'Stone Free' ciptaan Hendrix dan 'Hey Joe' karya Billy Roberts dan pernah dinyanyikan oleh Tim Rose.  Kedua lagu tersebut digarap di De Lane Lea Studio, London.

Sayang ketika itu mereka masih sepi tawaran manggung. Sedangkan mereka harus membiayai hidup dan sewa studio. Sekali lagi Chandler harus merelakan koleksi bass-nya. Kali ini sebuah Fender Jazz Bass dan sebuah Fender Precision dilego. Ia pun bertekad, pengorbanan ini harus menghasilkan sesuatu yang hebat di kemudian hari.

Harapan itu sedikit demi sedikit mulai terwujud. Pada November mereka bermain selama empat hari di Big Apple Club, Munich, Jerman. Mendapat bayaran 300 pounds, mereka mulai bisa membiayai hidup. Dan Chandler terus berusaha agar Jimi Hendrix Experience bisa lebih diliput oleh pers.

Hendrix cs. mendapat kesempatan jumpa pers pertama pada tanggal 25 bulan itu juga. Bertempat di klab Bag O' Nails, London, mereka menampilkan repertoar yang biasa mereka bawakan. Termasuk tentu saja 'Hey Joe' dan 'Stonefree'. Kalangan pers menanggapi positif penampilan mereka. Memasuki Desember, Hendrix menandatangani kontrak empat tahun dengan Yameta Company, suatu perusahaan manajemen artis. Akhirnya single pertama 'Hey Joe' dirilis oleh Polydor setelah sebelumnya ditolak oleh Decca. Mereka bertiga lalu tampil di acara TV untuk pertama kalinya di penghujung tahun 1966 itu.

Sayang pada malam Tahun Baru 1967, mereka tidak mendapat tawaran panggung. Untungnya, Redding mempunyai gagasan bagus. Ia mengajak Hendrix dan Mitchell bermain di kampung halamannya, Folkestone, sebuah kota kecil dekat London. Dan ia yang memiliki banyak kerabat di kota itu tanpa banyak kesulitan mendapatkan job.

Mereka berangkat naik kereta di dalam cuaca dingin. Tetapi hal itu tidak membekukan semangat mereka tampil di kafe Tofts. Apalagi orangtua Noel juga menyediakan tempat menginap bagi mereka plus sang manajer. Penampilan mereka di kafe Tofts itu paling tidak cukup untuk menghibur diri mereka sendiri.

Jimi Hendrix : Menjadi Besar
Memasuki Januari 1967 keadaan sudah mulai membaik. Walaupun sempat 'terpaksa' bermain di klab-klab kecil seperti Ram Jam dan Ricky Tick, mereka masih sering mendapat kesempatan tampil di Scotch of St.Thomas dan 7 ½ Club. Bahkan kadang di klab yang terletak di White Horse Street, Mayfair, London itu, penampilannya ditonton oleh musisi terkenal seperti Paul Mc Cartney, Pete Townsend dan Mick Jagger.
 
Jimi Hendrix
Bintang-bintang top itu ternyata menyukainya. Mereka sering bilang pada pers, bahwa mereka kagum pada penampilan Jimi Hendrix. Dan hal itu tentunya merupakan keuntungan publikasi yang besar bagi Jimi Hendrix dan dua sohibnya. Karena kala itu, penyataan dari para personel The Beatles, The Who dan Rolling Stones merupakan 'santapan wajib' yang harus diyakini oleh para pencinta musik di seluruh dunia.
 
Akhir bulan itu, Jimi Hendrix Experience tampil di Saville Theater, London sebagai grup pembuka The Who. Kesempatan ini diperoleh juga atas permintaan Townsend. Tentu saja hal ini tidak disia-siakan. Dan Jimi Hendrix pun membuktikan bahwa mereka memang patut untuk diperhitungkan.

Pete Townsend yang kala itu merupakan gitaris dengan aksi panggung yang hebat, malam itu mendapat 'saingan berat'. Tahu bahwa Townsend akan melakukan atraksi khasnya seperti memutar gitar di udara, Hendrix melakukan atraksi yang lebih hebat. Tetap dengan cirinya seperti memetik senar pakai gigi, menggesekkan senar ke punggung atau menendang-nendang gitar. Tapi kali ini dengan gaya lebih agresif.

Pada bulan Februari, single 'Hey Joe' mendaki di nomor enam pada chart Inggris. Hendrix pun semakin terkenal dengan gayanya yang liar. Pers juga sering mengekspos hal tersebut. Sementara itu mereka bertiga masuk studio lagi untuk menyelesaikan penggarapan album penuh. Album itu dikerjakan di Olympic Studios, Barnes, London. Sepanjang bulan Maret tahun itu, mereka mengadakan pertunjukan keliling Eropa. Dimula di Twenty Club di Mouscron, Belgia dan 20 Club, Lille, Perancis lalu dilanjutkan ke klab legendaris yang juga melahirkan Beatles, Star Club di Hamburg, Jerman.

Balik ke Inggris, Jimi Hendrix Experience tampil pada acara “Top Of The Pops”di BBC1-TV. Saat tour kelling Inggris itu, mereka sempat sepanggung dengan Cat Steven, Walker Brothers dan Engelbert Humperdinck. Gaya agresif Jimi sempat membuatnya celaka. Waktu ia membakar gitarnya, tangannya ikutan terbakar. Ia pun dilarikan ke rumah sakit.

Kejadian lain yang tidak mengenakkan adalah ketika mereka habis bermain di New Century Hall, Manchester. Mereka menjadi korban salah sasaran dari oknum polisi setempat yang sedang razia anak di bawah umur. Ketika mau masuk ke dalam sebuah klab, mereka ditolak. Noel dan Mitch sempat ditarik polisi, mereka melawan dan mendapat beberapa pukulan. Jimi terhindar dari perlakuan tersebut karena memperlihatkan paspor Amerika. Untunglah keadaan bisa diatasi karena turun tangan sang manajer.

Tidak berapa lama Hendrix sembuh dari luka bakarnya pada bulan Mei, single 'Purple Haze' dilepas ke pasar. Sempat menduduki tangga ketiga pada chart, single tersebut segera disusul oleh album pertamanya, Are You Experienced?  Album ini segera menyita perhatian pencinta musik dunia dan nangkring di posisi kedua pada chart selama 33 minggu.

Jimi Hendrix Experience mengadakan tour Eropa dimulai di Neue Welt, Berlin, Jerman. Walaupun sempat kaget terhadap respon penonton Jerman yang kalem, mereka terkesan dengan pengetahuan publik Jerman tentang mereka. Dan tour pun berlanjut ke Denmark, Belanda, Perancis dan negara-negara Skandinavia.

HISTORY OF THE BEATLES

HISTORY OF THE BEATLES


The Beatles dapat dikatakan sebagai group rock yang paling berpengaruh dan abadi sepanjang masa. Banyak hal mengenai The Beatles yang pernah dikatakan atau dituliskan dan sulit untuk mempersingkat cerita tentang perjalanan karir mereka. Beatles juga merupakan group rock pertama dari Inggris yang berhasil meraih pengakuan internasional, meluncurkan Bristish Invasion yang membuat rock benar-benar menjadi fenomena internasional. Fenomena ini dimulai pada tahun 1957, ketika Paul McCartney (b. James Paul McCartney, 18 Juni 1942, di Liverpool, Inggris) berhasil lolos audisi untuk mengisi posisi gitaris pada Quarrymen, sebuah group skiffle yang dipimpin oleh John Lennon (b. John Winston Lennon, 9 Oktober 1940, di Liverpool, Inggris; d. 8 Desember 1980 di New York, AS). Dalam kurun waktu setahun, group tersebut menerima lagi tambahan musisi, yaitu gitaris berusia 15 tahun, George Harrison (b. 25 Februari 1943 di Liverpool, Inggris; d. 29 November 2001 di Los Angeles, California, AS), dan teman sekolah John Lennon, Stuart Sutcliffe (b. 23 Juni 1940 di Edinburgh Skotlandia; d. 10 April 1962 di Hamburg, Jerman).

Setelah selama beberapa saat sempat tampil dengan nama Johnny and The Moondogs, mereka kemudian berganti nama menjadi Silver Beatles.Tidak lama kemudian, pada pertengahan tahun 1960, mereka meninggalkan kata ‘silver’ dan memakai nama Beatles.Seorang pemain drum, Pete Best (b. 1941 di Liverpool, Inggris) kemudian direkrut untuk melengkapi Beatles, dan mereka mencoba untuk memperkenalkan diri di Eropa dengan pergi ke Hamburg, Jerman. Band ini menjadi populer secara lokal, dengan tampil di sejumlah klub sampai mereka diusir keluar dari Jerman pada bulan November karena George Harrison masih di bawah umur. Beatles kembali ke Jerman pada awal tahun 1961 untuk rekaman lagu “My Bonnie” sebagai band pengiring bagi Tony Sheridan. Sementara itu, Stuart Sutcliffe keluar dari Beatles untuk menetap di Jerman sebagai seorang pelukis. Paul McCartney mengambil alih posisinya sebagai pemain bass. Sepanjang tahun 1961, Beatles bermain pada klub-klub di Inggris dan menjadi terkenal di kota asal mereka, Liverpool. Pada waktu itu mereka tampil dengan menyanyikan lagu-lagu dari penyanyi lain, sementara John Lennon dan Paul McCartney mulai menulis lagu bersama.

Bulan November 1961, Brian Epstein, manager dari North End Music Store di Liverpool tertarik dengan penampilan Beatles, setelah ia mendapatkan sejumlah permintaan dari para pelanggannya untuk rekaman “My Bonnie” dari Tony Sheridan. Brian Epstein kemudian melihat penampilan Beatles di Cavern Club dan memutuskan untuk menjadi manager mereka serta berusaha mendapatkan kontrak rekaman. Pada tanggal 1 Januari 1962, Beatles mengikuti audisi untuk Decca Records, namun mereka ditolak. Namun dengan sikap pantang menyerah, Brian Epstein berhasil mendapatkan waktu untuk audisi dengan Parlophone, anak perusahaan EMI Records, dengan produser George Martin yang mengontrak Beatles pada tanggal 9 Mei 1962. Setelah melalui satu sesi rekaman, George Martin menyarankan agar drummer Pete Best diganti, dan Beatles mengusulkan Ringo Starr (b. Richard Starkey, 7 Juli 1940 di Liverpool, Inggris). Pada bulan Oktober 1962, single pertama Beatles, “Love Me Do” / “P.S. I Love You” berhasil menjadi hit Top 20 di Inggris, dengan diperkirakan Brian Epstein telah membeli 10.000 copy rekaman untuk memastikan Beatles akan dapat masuk tangga lagu. Beatles juga mulai tampil secara teratur di BBC, dan tampil lebih dari 50 kali antara tahun 1962 dan 1964.

Pada bulan Februari 1963, Beatles kembali masuk studio untuk merekam 10 lagu (dalam satu hari) untuk album pertama mereka, Please Please Me yang dirilis beberapa bulan berikutnya. Dalam waktu singkat album ini berhasil menjadi hit, bertahan pada posisi pertama di tangga lagu selama 30 minggu. Beatles mulai memiliki banyak penggemar, terutama penggemar wanita dan merupakan awal dari Beatlemania. Mereka kemudian merilis album kedua, With the Beatles dan pada akhir tahun 1963, mereka telah berhasil menjual lebih dari 2,5 juta album di Inggris, serta serangkaian single mereka yang terjual jutaan copy. Pada tahun 1964, hak untuk merilis semua rekaman Beatles menjadi milik EMI/Capitol Records dan rekaman Beatles menjadi salah satu rekaman yang paling banyak dibajak sepanjang sejarah musik. Pada bulan Januari 1964, Capitol Records merilis album Beatles di AS, Meet the Beatles, yang berisikan campuran lagu-lagu dari dua album yang dirilis di Inggris. Menyusul penampilan Beatles selama tiga minggu pada Ed Sullivan Show, Februari 1964 (disaksikan lebih dari 73 juta penonton), Beatles menjadi band terbesar di AS. Para personil The Beatles kemudian tampil pada sebuah film mereka, A Hard Days Night, yang dengan mengejutkan berhasil mendapatkan sambutan baik dan album soundtrack film tersebut juga berhasil menjadi hit. Setelah film tersebut dirilis pada bulan Juli 1964, Beatles menggelar tour pertama mereka di Amerika Serikat. Pada tahun 1965, Beatles tampil di film kedua mereka, berjudul Help!, dan juga diikuti dengan dirilisnya album soundtrack film tersebut.

Dengan sukses yang tidak mereka duga sebelumnya, Beatles mulai membuat musik yang lebih serius. Berawal dari menyanyikan lagu-lagu penyanyi lain, membuat lagu-lagu pop bertemakan cinta dengan tempo cepat, mereka kemudian beralih ke lagu-lagu yang lebih introspektif dan lebih bereksperimen, seperti dalam album Rubber Soul, yang dirilis bulan Desember 1965. Kemudian Beatles merilis Revolver dan disusul dengan tour terakhir mereka di AS yang dimulai pada bulan Agustus 1966. Mereka menggelar konser live terakhir di Candlestisk Park di San Francisco pada tanggal 29 Agustus 1966, dan mengumumkan bahwa mereka akan mengurangi penampilan secara live untuk lebih berkonsentrasi pada rekaman-rekaman mereka. Rumor yang menyatakan Beatles akan bubar banyak bermunculan di media-media seiring dengan menghilangnya band tersebut dari depan publik. Pada tanggal 27 Agustus 1967, manager Beatles, Brian Epstein meninggal dunia. Hal ini membuat Beatles sangat terguncang, namun mereka memutuskan untuk tidak mempekerjakan manager baru, dan mengambil alih kontrol terhadap karir mereka sendiri. Proyek pertama mereka tanpa bimbingan Brian Epstein adalah sebuah album dan acara spesial di BBC, Magical Mystery Tour, yang banyak mendapat kritik, dan kemungkinan menjadi awal keruntuhan Beatles. Pada tahun 1968, Beatles mendirikan label rekaman mereka sendiri, Apple, dan mulai merekam lagu-lagu untuk album terbaru mereka. Sesi rekaman ini dipenuhi dengan ketegangan, karena sering terjadi perselisihan diantara mereka.

Masih di tahun yang sama, John Lennon merilis album solo, yang direkam bersama dengan kekasih barunya yang kontroversial, seorang seniman Amerika keturunan Jepang, Yoko Ono. Album tersebut berjudul Unfinished Music No. 1 – Two Virgins. Pada bulan Januari 1969, Beatles mulai mempersiapkan diri untuk merekam album terbaru mereka secara live di studio, dan menghasilkan Get Back. Untuk mengiringi sebuah film, Beatles tampil di atap studio mereka dan menjadi penampilan mereka yang terakhir di depan umum. Sewaktu menyiapkan album ini, anggota Beatles mulai berselisih tentang masalah kreativitas mereka. Pada awal tahun 1970-an, keempat anggota Beatles sibuk menggarap album solo mereka masing-masing, tetapi mereka tetap menyangkal berita bubarnya Beatles. Pada bulan September 1969, John Lennon mengatakan kepada rekan-rekan di Beatles, bahwa ia ingin keluar, tetapi karena saat itu Beatles sedang mengadakan negosiasi ulang dengan EMI, perpecahan antar mereka disembunyikan.
Namun sayangnya, konflik internal itu naik ke permukaan ketika Allen Klein mengajak Phil Sector untuk memproduksi dan menggarap Get Back ( dirilis pada bulan Mei 1970 dengan judul Let It Be). Hal ini sangat bertentangan dengan keinginan Paul McCartney dan juga meminta agar Paul McCartney menunda peluncuran album solo debutnya, McCartney, dengan tujuan untuk menghindari menurunnya penjualan Let It Be. Dengan marah, Paul McCartney merilis albumnya pada bulan April 1970, sebelum Let It Be dirilis, dan mengumumkan kepada publik bahwa ia keluar dari Beatles.

Pada tanggal 31 Desember 1970, Paul McCartney menuntut Allen Klein karena membuat Beatles bubar. Hal ini mengecewakan tiga anggota Beatles yang lain, karena mereka mempertimbangkan untuk tetap rekaman sebagai Beatles sementara merintis karir solo mereka. Saat itu, kesempatan untuk berkumpul kembali sudahlah lenyap, sementara Apple Records juga menjadi bangkrut. Pada tahun 1970-an masing-masing anggota Beatles merilis album solo mereka. Paul McCartney tampil dengan istrinya, Linda dalam group Wings; sementara John Lennon rekaman bersama dengan Yoko Ono. Sepanjang tahun 1970-an, muncul beberapa omong kosong bahwa anggota Beatles akan mengadakan reuni. Mereka sibuk sendiri dengan karir solonya dan masing-masing berkecimpung di jalur musik yang berbeda. Keempat mantan anggota Beatles ini tidak pernah benar-benar serius untuk bergabung kembali. Akhirnya keinginan untuk menyatukan kembali anggota Beatles ini benar-benar pupus dengan tewasnya John Lennon pada tanggal 8 Desember 1980. Pada awal tahun 1990-an, Paul McCartney, George Harrison, Ringo Starr dan Yoko Ono menyelesaikan pertentangan mereka mengenai ijin untuk merilis ulang rekaman-rekaman mereka yang belum diluncurkan. Pada tahun 1994, Capitol Records merilis CD dobel yang berisikan rekaman-rekaman awal Beatles untuk BBC.

Pada tahun 1995, anggota Beatles yang masih hidup, turut berpartisipasi dalam film dokumenter tentang kehidupan mereka. Paul McCartney, Ringo Starr, dan George Harrison juga merilis dua rekaman demo John Lennon, “Free as a Bird” dan “Real Love”. Walaupun kualitas suaranya kurang baik, namun ketika album Beatles Anthology 1, 2, and 3 ketika dirilis mendapat sambutan baik, terjual lebih dari 15 juta copy dalam kurun waktu kurang dari setahun.